Kenapa Harus Camping ?!

By | January 2, 2020

Yoo Guys.. Bagi gue, sebuah perjalanan pasti akan terasa lebih mengasyikkan apabila perjalanan itu berakhir dengan kata “camping”. Misalnya ni, teman-teman pas lagi ngopi biasanya ngajak jalan-jalan, terus bilangnya kaya gini : “Eh..besok kan libur ya ?? kita ke tempat ini kuy !! Tapi gak langsung pulang, kita camping barang 2 malam, terus tanggal 2 balik” begitu ucap salah satu teman disela-sela kita ngopi.

Wuidihhh..!! rasanya mau loncat-loncat, tapi kan ga enak kalau lagi nongkrong di warung kopi, terus gue loncat-loncat kegirangan, nanti gue malah dikira kurang waras atau gendeng atau apalah namanya? pokoknya, bisa dianggap gak normal gitu lah!!
Jadi, Kenapa gue suka camping? karena biasanya kalau ngecamp itu tuh perjalanan akan terasa panjang dan lebih menikmati keadaan dan lingkungan sekitar kita. Dan, yang lebih seru lagi saat kita bisa menghabiskan waktu malam di alam terbuka, menghirup udara segar dari pepohonan yang sama sekali tidak terkontaminasi dengan polusi dari asap kendaraan.

Sambil menyeruput kopi dan bercanda dengan topik receh yang tidak jelas dan ngawur-ngidul, tiba-tiba muncul ide untuk mengadakan camping bareng Aceh Camp Community. Rata-rata yang hadir waktu itu setuju sama ide tersebut, Perencanaan pun disusun sedemikian rupa. Beberapa tempat diseleksi dan di survey untuk spot camping kita, sebenarnya penetapan lokasi camping inilah yang sedikit sulit ditentukan karena ada cewek juga yang mau ikut camping.

Sungguh sangat berkesan kalau bisa menikmati malam sunyi yang jelas jauh dari hiruk-pikuk dan annoyingnya suara knalpot bodong yang melengking. Hanya ada suara jangkrik, serangga malam dan angin sepoi-sepoi yang berhembus lembut, rasanya begitu menyegarkan dan sangat menyenangkan dikala bisa menghabiskan waktu di alam terbuka untuk kontemplasi.
menghabiskan malam sambil camping terasa begitu asik dan seru, akan terasa lebih nikmat lagi apabila dilengkapi dengan kegiatan masak-memasak. Apalagi kalau masak-masaknya hanya bermodal dengan menu ala kadar yang apa adanya cuy, namun bisa menghabiskan nasi hingga tiga porsi, kebayang gak ?. padahal terkadang lauknya hanya teri pakai asam belimbing, tapi rasanya sungguh luar biasa sedapnya, terlebih lagi jika berburu rusa dan memanggang beramai-ramai, wow terasa sekali kebersamaan.

Akhirnya, setelah gue calling kesana-kemari untuk mencari informasi di mana tempat yang bisa ikut wanita untuk menginap dan camping bareng Aceh Camp Community ini, dapatlah informasi bahwa di Burni Telong bisa camping cewek dan cowok , tapi dengan syarat harus ada tour guide dari kampung itu yang menjaga untuk keamanan bersama. Ada juga syarat lain yang wajib dipenuhi yaitu tenda cewek harus dipisah dengan tenda cowok guys.

setelah penetapan jadwal dan lokasi camping disepakati, informasi pun disebar kepada teman-teman, baik yang ada di grup Line telah diberitakan. Ternyata ramai juga yang berminat untuk menikmati keindahan alam dan camping bersama Aceh Camp Community. ada sekitar 18 orang telah menyatakan diri untuk ikut serta dalam camping yang akan dilaksanakan di Burni Telong tersebut.

Selanjutnya tim gue dari Aceh Camp Community mengurus izin untuk mengadakan camping di Puncak Burni pada aparatur desa dan Polsek setempat. Adapun Syarat-syarat yang harus diwajibkan pada saat ngurusin izin ini yaitu menyertakan nama semua peserta yang akan ikut camping untuk diserahkan kepada pihak Polsek dan aparatur Desa tersebut. Nah, Pada saat camping juga wajib meng-ikut sertakan beberapa orang penduduk setempat desa yang akan bertindak sebagai tour guide dan penjaga keamanan selama acara camping ini berlangsung sampai kelar.
Nah, setelah semua kelar dan hari yang ditunggu dan nantikan pun datang nih, semuanya telah siap-siap untuk berangkat. Jadi, sekitar pukul 8 pagi mulai bergerak ke TKP, ada yang menggunakan mobil Pick-up dan mini bus ada juga yang menggunakan motor. semua tim mulai bergerak menuju ke Kabupaten Bener Meriah, tepatnya berada di Desa Damaran Baru, yang berkecamatan di Timang Gajah, Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Tiba di Lokasi, semua udah bersiap-siap sibuk dengan kegiatan masak-memasak untuk mempersiapkan makan siang. setelah makan siang dilanjutkan dengan kegiatan plan explore dan santai menikmati panorama Pegunungan dan mandi-mandi di sungai. Pada malam hari dilanjutkan dengan bakar-bakar ikan dan ngobrol santai sambil minum kopi lalu dilanjutkan dengan membakar api unggun sambil menikmati malam pergantian tahun di atas perbukitan.

Sebenarnya, kenapa gue itu lebih suka camping ketimbang nongkrong di pinggiran jalan menikmati suasana perkotaan, simple sih.. dari hutan, gue pribadi banyak banget belajar yang namanya kesederhanaan, perjuangan, proses dan survive dalam keras nya tuntutan hidup.
Banyak yang bilang “Buat apa sih naek gunung bre bikin cape aja”, dan gue selalu jawab “Lebih cape lagi kalo lo gak bisa menikmati sisi alami yang keluar dari tubuh lo saat menjadi diri sendiri di dalam hutan” yeah, thats right !!.
Bre, tapi kan di hutan itu banyak bahaya yang mengincar kayak binatang buas, lapar, tersesat dan lain sebagainya.. ah gak juga, insting dan naluri kewaspadaan kita lebih terasah tajam ketika berada di hutan, tingkat konsentrasi kita juga lebih tajam.
Makanya untuk kehutan, kita harus selalu menghormati peraturan alam, berlaku sopan dan mengerti bahwa kita pendatang yang hanya berniat menikmati, menjaga dan mensyukuri ciptaan Tuhan YME.

Gue sendiri yakin kok, dengan kita berlaku seperti itu, insha allah kita akan selamat ketika pergi dan pulang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *